Archive for the ‘Hidayah’ Category

AKU TAUBAT DI DISKOTIK…

Posted: 13/02/2012 by Waldan in Hidayah

 

Kisah ini dituturkan oleh Syekh ‘Ali Tanthawi. Ia bercerita :

Aku memasuki salah satu masjid di kota. Aku melihat seorang anak muda yang sedang shalat. Aku pu bergumam, “Subhanallah, anak muda ini termasuk orang yang paling rusak. Dia suka minum-minuman keras, berzina, makan riba, durhaka kepada orang tuanya sehingga mereka mengusirnya dari rumah. Apa yang telah membawanya ke masjid?”

Aku mendekati anak muda itu. “Engkau fulan itu?” tanyaku

“Benar”, jawabnya

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk kepadamu … Beritahukanlah padaku bagaimana Allah memberimu petunjuk?”

“Petunjuk yang aku dapatkan ini adalah atas jasa seorang syekh yang memberikan nasihat pada kami di diskotik”

“Diskotik?!” Aku berseru setengah tak percaya

“Ya, di diskotik”

“Bagaimana itu bisa terjadi?”

“Kisahnya begini“. Ia mulai menceritakannya. “Di lingkungan kami, ada masjid kecil … imamnya adalah seorang syekh yang sudah berusia lanjut. Suatu hari, syekh tersebut menoleh kepada orang-orang yang ada di belakangnya dan berkata “Kemana orang-orang? Apa yang terjadi dengan kebanyakan orang, khususnya para pemuda? Mengapa mereka tak mau mendekati dan mengenal masjid?”

“Orang-orang yang ditanya menjawab, ‘Mereka berada di diskotik-diskotik dan cafe-cafe’

“Syekh tersebut kembali bertanya, ‘Apa itu diskotik dan kafe?’

“Salah seorang jamaah menjawab, ‘Diskotik adalah ruangan besar yang di dalamnya ada panggung tinggi. Para wanita naik ke panggung itu dalam keadaan telanjang atau setengah telanjang sambil menari, sementara orang-orang di sekitarnya menonton mereka’.

“Syekh berkata, ‘Apakah yang menonton itu muslim?’

“Mereka serentak menjawab, ‘Ya’

“Seykh itupun berkata, ‘La haula wa la quwwata illa billah. Mari kita pergi ke diskotik itu untuk memberikan nasihat kepada mereka !!’.

“Para jamaah berkata kepadanya, ‘Wahai syekh kemana anda? Anda mau memberikan nasihat kepada mereka di diskotik?’

“Syekh menjawab ‘Ya’.”

“Para jamaah mencoba menghalangi syekh itu agar tidak kesana. Mereka memberitahukan bahwa ia hanya akan diejek dan dihina, serta akan disakiti. Tapi syekh itu tetap bersikeras, ‘Apa kita lebih baik daripada Muhammad saw?!’ Ia lalu memegang tangan salah satu jamaah untuk menunjukkan kepadanya lokasi diskotik itu”

“Ketika mereka sampai disana, pemilik diskotik itu bertanya, ‘Apa yang kalian inginkan?’

“Syekh berkata, ‘Kami ingin memberi nasihat di diskotik ini’”

“Pemilik diskotik tersebut terheran-heran, dan terus memandangi mereka tanpa mau memberi izin. Mereka mendesak agar diberi izin. Akhirnya, mereka menyatakan bersedia membayar mahal, senilai harga masuk untuk satu hari penuh. Pemilik diskotik tersebut setuju. Ia meminta mereka untuk datang esok harinya pada pertunjukkan pertama”.

“Esok harinya aku berada di diskotik itu. Tarian pun dimulai oleh seorang gadis. Ketika telah selesai, tirai ditutup, kemudian dibuka kembali. Tapi, tiba-tiba yang muncul adalah seorang syekh yang penuh wibawa, tengah duduk di kursi. Ia memulai dengan membaca basmalah dan hamdalah, lalu memuji Allah, membaca shalawat dan salam kepada Rasulullah saw. Kemudian ia mulai memberikan nasihat kepada orang-orang yang sedang tertegun heran. Mereka mengira itu merupakan bagian dari pertunjukkan lawak. Tapi manakala mereka sadar bahwa mereka benar-benar tengah berada di hadapan seorang syekh yang memberikan nasihat, mereka pun mulai mengejeknya serta menertawakannya keras-keras. Syekh tidak menghiraukannya dan terus memberi ceramah dan nasihat, sampai salah seorang peserta berdiri dan menyuruh orang-orang diam”.

“Maka suasana tenang pun menyelimuti diskotik itu, sampai-sampai kami hanya mendengar suara syekh itu saja. Ia berbicara tentang sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya. Ia membacakan ayat-ayat AL-Qur’an, hadist-hadist Nabi saw, serta kisah-kisah tobat beberapa orang saleh. Diantara yang ia katakan :

Wahai manusia, telah lama kalian hidup dan begitu banyak maksiat yang kalian lakukan. Kemana kenikmatan maksiat itu pergi? Kenikmatan tersebut telah pergi, sementara lembaran catatan amal kalian menjadi hitam. Kalian semua akan ditanya nanti pada hari akhir. Akan datang suatu hari ketika segala sesuatu akan musnah, kecuali Allah SWT. Wahai manusia, tahukah kalian kemana perbuatan kalian akan membawa kalian? Kalian tidak tahan terhadap api dunia, lalu bagaimana dengan api Jahannam yang 70 kali lipat dari api dunia? Segeralah kalian bertobat sebelum kesempatan hilang …

“Ketika itu, semua orang menangis. Syekh itu lalu keluar dari diskotik. Orang-orang mengikutinya dari belakang, dan mereka bertobat atas bantuannya. Bahkan pemilik diskotik itu juga bertobat dan menyesal atas apa yang telah dilakukannya”

Advertisements

Sekadar gambar hiasan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

RASULULLAH S.A.W. SERINGKALI mengingatkan ummatnya mengenai sesuatu yang boleh membawa kepada keburukan kepada diri ummat itu sendiri… Umpamanya Baginda memperingatkan umat mengenai BAHAYA KEMISKINAN.. Sabda Baginda s.a.w. : “Hampir2 kemiskinan itu membawa kepada kekufuran..” … Baginda s.a.w. juga mengingatkan mengenai makan dan minum yang berlebihan, atau mengenai cakap yang berlebihan (Sabda Baginda s.a.w.: ” Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, hendaklah ia bercakap yang baik ataupun diam…”)… Satu lagi peringatan Baginda s.a.w. ialah mengenai BAHAYA KEMEWAHAN... Umat boleh mewah, berusaha mencari kemewahan, namun Baginda s.a.w. memberi ingat mengenai bahaya kemewahan…

 

Daripada Ali bin Abi Thalib r.a., “Bahawasanya kami sedang duduk bersama Rasulullah s.a.w. di dalam masjid. Tiba-tiba datang Mus’ab bin Umair r.a. dan tiada di atas badannya kecuali hanya sehelai selendang yang bertampung dengan kulit… Tatkala Rasulullah s.a.w. melihat kepadanya, Baginda menangis dan menitiskan air mata kerana mengenangkan kemewahan Mus’ab ketika berada di Mekkah dahulu (kerana sangat dimanjakan oleh ibunya) dan kerana memandang nasib Mus’ab sekarang (ketika berada di Madinah sebagai seorang Muhajirin yang terpaksa meninggalkan segala harta benda dan kekayaan di Makkah)… Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. bersabda, “Bagaimanakah keadaan kamu pada suatu saat nanti, pergi di waktu pagi dengan satu pakaian, dan pergi di waktu petang dengan pakaian yang lain pula.. Dan bila diangkatkan satu hidangan, diletakan pula satu hidangan yang lain. Dan kamu menutupi (menghias) rumah kamu sepertimana kamu memasang kelambu Ka’bah?”.. Maka jawab sahabat, “Wahai Rasulullah, tentunya di waktu itu kami lebih baik daripada di hari ini.. Kami akan menberikan penumpuan kepada masalah ibadat sahaja dan tidak usah mencari rezeki”.. Lalu Nabi s.a.w. bersabda, “Tidak! Keadaan kamu di hari ini adalah lebih baik daripada keadaan kamu di hari itu”..  (HR. Tirmizi)….

 

Dalam hadis ini Nabi kita Muhammad s.a.w. menerangkan bahawa umatnya pada suatu masa kelak akan mendapat kekayaan dan kelapangan dalam kehidupan… Pagi petang pakaian silih berganti… Hida

ngan makanan tak putus-putus… Rumah-rumah mereka tersergam indah dan dihias dengan bermacam-macam perhiasan… Dalam keadaan demikian kita juga mungkin akan berkata seperti perkataan para sahabat Nabi s.a.w. itu…” Di mana, kalau semuanya sudah ada, maka senanglah hendak membuat ibadat…” Tetapi Nabi kita Muhammad s.a.w. mengatakan, “Keadaan serba kekurangan itu adalah lebih baik untuk kita”, ertinya lebih memungkinkan kita untuk beribadat….

 

Kemewahan hidup banyak menghalang seseorang dari berbuat ibadat kepada Allah s.w.t., sepertimana yang berlaku di hari ini… Segala yang kita miliki kalaupun tidak melebihi keperluan, namun ianya sudah mencukupi… Tetapi, bila dibanding dengan kehidupan para sahabat, kita jauh lebih mewah daripada mereka, sedangkan ibadat kita sangat jauh ketinggalan… Kekayaan dan kemewahan yang ada, selalu menyibukkan kita dan menghalang dari berbuat ibadah… Kita sibuk menghimpun harta dan juga sibuk menjaganya serta sibuk untuk rnenambah lebih banyak lagi… Tidak ubah seperti apa yang pernah disabdakan oleh Rasulullah s.a.w., “Seandainya seorang anak Adam itu telah mempunyai satu gunung emas, dia berhasrat untuk mencari gunung yang kedua, sehinggalah ia dimasukkan ke dalam tanah (menemui kematian)”…

 

Begitulah gambaran yang sebenar terhadap kehalobaan (tamak) manusia dalam menghimpun harta kekayaan… Ia sentiasa mencari dan menambah, sehinggalah ia menemui kematian.. Maka ketika itu, barulah ia sedarkan dirinya dengan seribu satu penyesalan… Tetapi di saat itu sudah tidak berguna lagi penyesalan… OIeh itu janganlah kita lupa dalam mencari harta kekayaan… Sampai ada yang tidak kira halal atau haram, yang penting dapat harta… Tidak kira waktu sembahyang, bahkan semua waktu digunakan untuk menambah kekayaan

 

Biarlah kita mencari mata benda dunia pada batas-batas keperluan… Kalau berlebihan bolehlah digunakan untuk menolong orang lain yang kurang bernasib baik, suka menderma dan suka bersedekah, sebagai saham untuk hari akhirat kelak… Orang yang bijak adalah orang yang mempunyai perhitungan untuk masa akhiratnya, dan ia menjadikan dunia ini tempat bercucuk-tanam, dan akhirat tempat memetik buahnya…

Salinan : Ustaz Ramli

Kelebihan Kurma dan Kismis

Posted: 29/11/2011 by Waldan in Hidayah

Sabda Rasulullah S.A.W
“Berilah makan buah kurma kepada isteri-isteri kamu yang hamil, kerana sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, nescaya anak yang bakal dilahirkan itu menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas pemikirannya.”

1. Kurma
Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Rumah yang tidak ada kurma di dalamnya, akan menyebabkan penghuninya kurang sihat.”
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Berilah makanan kurma pada wanita yang hamil sebelum dia melahirkan, sebab yang demikian itu akan menyebabkan anaknya menjadi seorang yang tabah dan bertakwa (bersih  hatinya)”.

Abu Abdillah a.s. bersabda:
“Buah kurma adalah salah satu buah yang berasal dari syurga dan dapat mensirnakan pengaruh sihir”.

Abu Abdillah as. bersabda:
“Orang yang memakan 7 buah kurma yang baik sebelum sarapan, maka pada hari itu dia tidak akan tertimpa racun, sihir dan tidak diganggu setan”.

Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s.  bersabda:
“Barangsiapa memakan 7 buah kurma yang baik, maka cacing-cacing yang ada di perutnya akan mati”.

2. Kismis
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barangsiapa memakan kismis merah sebanyak 21 biji setiap hari sebelum sarapan pagi, maka dia tidak akan tertimpa penyakit kecuali kematian”.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Biasakanlah memakan kismis karena kismis dapat menghilangkan kepahitan(empedu/cairan kuning),  menghilangkan lendir, menyehatkanbadan, membaguskan rupa, menguatkan saraf dan menghilangkan letih”.

Imam Ali a.s. bersabda:
“Barangsiapa memakan 21 biji kismis merah, maka dia tidak akan  melihat pada jasadnya suatu yang tidak disenangi”.

Imam Ali a.s. bersabda:
“Kismis dapat menguatkan jantung, menghilangkan penyakit, menghilangkan panas dan memulihkan kesehatan jiwa”.

Pada riwayat lain dari Abi Ja’far At-thusi disebutkan bahwa kismis dapat menghilangkan lendir dan menyihatkan jiwa”

3. Madu
Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa minum madu setiap bulan dengan niat melakukan nasihat Al-Qur’an, maka Allah SWT akan menyembuhkannya dari 77 penyakit”.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barangsiapa ingin memiliki hafalan yang kuat hendaklah dia meminum madu”.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sebaik-baik minuman ialah madu kerana dia dapat mengkonsentrasikan hati dan menghilangkan dingin yang ada di dalam dada”.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Allah SWt telah meletakan berkah di dalam madu dan menjadikannya sebagai ubat dari rasa ngeri, dan madu telah didoakan oleh 70 Nabi”.

Dari Imam Ali a.s. beliau bersabda:
“Madu adalah ubat dari segala penyakit,tiada penyakit di dalamnya, ia dapat menghilangkan lendir dan membersihkan hati”.

Dari Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s., beliau bersabda:
“Rasullulah SAW sangat menyenangi madu”.

Dari Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s., beliau bersabda:
“Biasakanlah dirimu memperoleh dua ubat iaitu meminum madu dan membaca Al-Quran”.

Tangisan Tergoncang Arash

Posted: 06/10/2011 by Waldan in Hidayah

Jika harta yang hilang dari diri seseorang, maka tiada apa pun yang hilang, Jika kesihatan yang hilang dari diri seseorang, maka ada sesuatu yang hilang, Tetapi jika akhlak yang hilang dari diri seseorang, maka segala-galanya telah hilang dari diri seseorang.

“Dikisahkan, bahawasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu lalu berkata: “Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, kerana aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?” “Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula. Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!” Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.

“Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya: “Wahal orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan serupa itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada tuannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.”

Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: “Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil mahupun yang besar!” Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata: “Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!” kata orang Arab badwi itu. “Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?”

Rasulullah bertanya kepadanya. ‘Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,’ jawab orang itu. ‘Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!’

Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya kerana tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahawa Allah tidak akan menghisab

dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah mengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!” Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita tersebut. la lalu menangis kerana tidak berdaya menahan keharuan dirinya.”

4 Things that cannot be recovered

Posted: 07/04/2010 by Waldan in Hidayah

The Stone…. after the throw!
The Word…. after it’s said!
The ocassion…. after the lost!
The time…. after it’s gone!

When a man dies

Posted: 21/12/2009 by Waldan in Hidayah

Rasulullah (Sallallahu alaihe wasallam) said: ‘When a man dies and his relatives are busy in funeral, there stands an extremely handsome man by his head. When the dead body is shrouded, that man gets in between the shroud and the chest of the deceased.

When after the burial, the people return home, 2 angels, Munkar and Nakeer(names of two special Angels), come in the grave and try to separate this handsome man so that they may be able to interrogate the dead man in privacy about his faith. But the handsome man says, ‘He is my companion, he is my friend. I will not leave him alone in any case. If you are appointed for interrogation, do your job. I cannot leave him until I get him admitted into Paradise ‘.

Thereafter he turns to his dead companion and says, ‘I am the Qur’an, which you used to read, sometimes in a loud voice and sometimes in a low voice. Do not worry. After the interrogation of Munkar and Nakeer, you will have no grief.’

When the interrogation is over, the handsome man arranges for him from Al-Mala’ul A’laa (the angels in Heaven) silk bedding filled with musk.

Rasulullah (Sallallahu alaihe wasallam) said: ‘On the Day of Judgement, before Allah, no other Intercessor will have a greater status than the Qur’an, neither a Prophet nor an angel.’

Please keep forwarding this ‘Hadith’ to all ….because

Rasulullah (Sallallahu alaihe wasallam) said:

‘Pass on knowledge from me even if it is only one verse’.

May Allah bestow this favour on all of us.

AMEEN

Pesanan Nabi sebelum tidur

Posted: 10/11/2009 by Waldan in Hidayah

SEBELUM Tidur
Perkara Sebelum Tidur( Tafsir Haqqi )

Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : “Ya Aisyah jangan engkau tidur
sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur’an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meridloi kamu,
4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh….

“Bertanya Aisyah :
“Ya Rasulullah…. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara
seketika?”

Rasul tersenyum dan bersabda : “Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas
tigakali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur’an.
Bismillaahirrohmaanirrohiim,
Qulhualloohu ahad’ Alloohushshomad’ lam yalid walam yuulad’ walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3 x )

Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua
akan memberi syafaat di hari kiamat.
Bismillaahirrohmaanirrohiim, Alloohumma shollii ‘alaa syaidinaa Muhammad wa’alaa aalii syaidinaa Muhammad ( 3 x )

Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredloi kamu.
Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih ( 3 x )

Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka
seakan-akankamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh”
Bismillaahirrohmaanirrohiim, Subhanalloohi Walhamdulillaahi walaailaaha illalloohu alloohu akbar(3 x )

Sekian untuk ingatan kita bersama.
* Kalau rajin..Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Muslim yang
lain.Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati.

Di akhirat nanti ada 4 golongan lelaki yg akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yg tidak memberikan hak kpd wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah:

1. Ayahnya

Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak mempedulikan anak2 perempuannya didunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar solat,mengaji dan sebagainya Dia membiarkan anak2 perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dgn hanya memberi
kemewahan dunia sahaja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.
(p/s; Duhai lelaki yg bergelar ayah, bagaimanakah hal keadaan anak perempuanmu sekarang?. Adakah kau mengajarnya bersolat & saum?..menutup aurat?..pengetahuan agama?.. Jika tidak cukup salah satunya, maka bersedialah utk menjadi bahan bakar neraka jahannam.)

2. Suaminya

Apabila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul! bebas di pejabat, memperhiaskan diri bukan utk suami tapi utk pandangan kaum lelaki yg bukan mahram. Apabila suami mendiam diri walaupun seorang yg alim dimana solatnya tidak pernah bertangguh, saumnya tidak tinggal, maka dia akan turut ditarik oleh isterinya bersama-sama ke dlm neraka..
(p/s; Duhai lelaki yg bergelar suami, bagaimanakah hal keadaan isteri tercintamu sekarang?. Dimanakah dia? Bagaimana akhlaknya? Jika tidak kau menjaganya mengikut ketetapan syari’at, maka terimalah hakikat yg kau akan sehidup semati bersamanya di ‘taman’ neraka sana .)

3. Abang-abangnya

Apabila ayahnya sudah tiada,tanggungjawab menjaga maruah wanita jatuh ke bahu abang-abangnya dan saudara lelakinya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya sahaja dan adiknya dibiar melencong dari ajaran Islam,tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.
(p/s; Duhai lelaki yg mempunyai adik perempuan, jgn hanya menjaga amalmu, dan jgn ingat kau terlepas… kau juga akan dipertanggungjawabk an diakhirat  kelak…jika membiarkan adikmu bergelumang dgn maksiat… dan tidak menutup aurat.)

4. Anak2 lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu  perihal kelakuan yg haram disisi Islam. bila ibu membuat kemungkaran mengumpat, memfitnah, mengata dan sebagainya.. .maka anak itu akan disoal dan dipertanggungjawabk an di akhirat kelak….dan nantikan tarikan ibunya ke neraka.
(p/s; Duhai anak2 lelaki…. sayangilah ibumu…. nasihatilah dia jika tersalah atau terlupa…. krn ibu
juga insan biasa… x lepas dr melakukan dosa… selamatkanlah dia dr menjadi ‘kayu api’ neraka….jika tidak, kau juga akan ditarik menjadi penemannya.)


Lihatlah…. . .betapa hebatnya tarikan wanita bukan sahaja di dunia malah diakhirat pun tarikannya begitu hebat. Maka kaum lelaki yg bergelar ayah/suami/abang atau anak harus memainkan peranan mereka.
Firman Allah SW.T;
“Hai anak Adam, peliharalah diri kamu serta ahlimu dari api neraka dimana bahan bakarnya ialah manusia, jin dan batu-batu… .”