Balasan orang yang meninggalkan solat

Posted: 25/03/2012 by Waldan in Taulan dan Iktibar
Tags:

 

RASULULLAH S.A.W. telah bersabda mengenai balasan orang yang meninggalkan solat, yang bermaksud:

“ SESIAPA yang mengambil mudah akan sembahyang,  Allah akan menghukumnya dengan 15 hukuman, 6 daripadanya di dunia, 3 ketika hendak meninggal dunia, 3 ketika di dalam kubur dan 3 lagi ketika bangkit dari kubur.”….

Adapun hukuman yang ditimpa ketika di dunia ialah:

1) Allah akan menarik keberkatan dari umurnya….

2) Dihilangkan tanda-tanda orang yang soleh daripada wajahnya….

3) Semua amal kebajikannya tidak diberi ganjaran oleh Allah….

4) Allah tidak akan mengangkat doanya ke langit….

5) Allah tidak akan mensucikannya (memuliakannya)….

6) Dia tidak mendapat bahagian daripada doa orang-orang soleh….

Hukuman yang diterimanya ketika hendak meninggal dunia ialah :

1) kematiannya dalam keadaan hina….

2) kematiannya dalam keadaan terlalu lapar….

3) kematiannya dalam keadaan terlalu haus….

Hukuman yang diterimanya semasa dalam kubur:

1) Allah akan menyempitkan kuburnya sehingga berselisih tulang rusuknya…

2) Allah akan menyalakan bara api dan membalik-balikkannya di atas bara tersebut…

3) Allah akan menugaskan 2 malaikat yang ganas… mereka akan memukul orang yangmelalaikan Subuh dari Waktu Subuh hingga ke Zohor, dan dari Zohor hingga ke Asar…. Begitulah dari satu waktu ke satu waktu setiap kali pukulan akanmembenamkannya ke dalam bumi sejauh 70 hasta… Mereka akan memasukkan kukunya ke dalam bumi dan mengeluarkannya semula… Mereka tidak akan berhenti memukul sehingga hari Qiamat…

Adapun balasan yang mereka terima pada hari Qiamat ialah:

1) Allah akan menugaskan 2 malaikat untuk menarik ke atas mukanya ke suatu tempat…

2) Allah akan melihat mereka dengan pandangan kemurkaan / benci sehingga berguguran daging mukanya… Mereka juga akan dihisab dengan teliti dan lama….

3) Mereka akan ditolak di hadapan Allah ke Neraka…

Orang yang meninggalkan solat juga akan mempunyai paras rupa yang hitam di Hari Qiamat kelak… Ini juga adalah balasan dari Allah untuk menghina mereka…Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: “ Orang yang pertama sekali dihitamkan oleh Allah wajahnya di hari Qiamat adalah orang yang meninggalkan sembahyang.”…. Dan lagi sabda Rasulullah s.a.w lagi yang bermaksud:

“Di dalam neraka jahanam terdapat sebuah lembah yang dikenali sebagai Lembah Derita… Di dalamnya terdapat beberapa ekor ular…Setiap ekor ular Sebesar tengkuk Unta….Panjangnya sebulan perjalanan…Ia akan mematuk orang yang meninggalkan sembahyang….Racun Patukannya akan memuncak sehingga tubuh yang kena patukan akan merasai bisa selama 70 tahun….Daging-dagingnya akan hancur sehingga meninggalkan tulang-tulang sahaja….Ia akan terus mematuk orang yang meninggalkan sembahyang di lembah tersebut.”…..

Demikianlah azab dan penderitaan yang semestinya mereka terima….Terlalu banyak bentuk azab yang sedang menanti orang yang meninggalkan solat… Oleh itu, marilah kita bersama-sama mengerjakan ibadat solat dengan tekun dan taat…..dan latihlah anak2 kita mengerjakan solat sejak dari mereka masih kecil….

Advertisements

6 Cara Syaitan mengoda anak Adam

Posted: 25/03/2012 by Waldan in Dakwah

 

 

Bismillahirahmannirahim

 

Syaitan merupakan musuh utama manusia dan dia telah mengistiharkan perang habis-habisan untuk menyesatkan anak cucu Nabi Adam, sebagaimana firman Allah S.W.T….

 

 “Iblis menjawab : “Kerana Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan Engkau yang lurus… Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Surah al-A’raf : 16-17)….

 

1 : Syaitan akan berupaya menjerumuskan Anak Adam ke lembah KEKUFURAN atau KESYIRIKAN… Namun bila Anak Adam selamat dari perangkap ini syaitan akan menggunakan cara berikutnya…

 

2 : Syaitan akan berusaha menjatuhkan Anak Adam ke lembah BID’AH sehingga ia mengamalkan bid’ah dan menjadi ahlil bid’ah… Namun bila Anak Adam tidak mampu diperdaya, maka syaitan akan menggunakan cara berikutnya…

 

3 : Syaitan akan menggoda Anak Adam untuk melakukan DOSA-DOSA BESAR dan menganggapnya REMEH… Namun bila Allah menjaganya, maka syaitan akan menggoda dengan cara lain….

 

4 : Syaitan akan menggoda Amak Adam untuk melakukan DOSA-DOSA KECIL dan menganggapnya remeh…..

 

5 : Syaitan akan menyibukkan Anak Adam dengan perkara mubah atau HARUS sehingga mereka lalai dari perkara pokok yang WAJIB… Namun bila Anak Adam selamat dari perangkap ini, maka syaitan akan menggunakan cara yang terakhir…

 

6 : Syaitan akan menyibukkan Anak Adam dengan AMALAN YANG RENDAH NILAI PAHALANYA, sehingga melalaikannya dari AMALAN YANG TINGGI NILAI PAHALANYA … Dan Anak Adam itu merasa yang dia telah MELAKUKAN YANG TERBAIK…. Demikian seterusnya (Lihat Madakhilus Syaithon ‘alas shalihin 9-10)….

 

Bila ada seorang yang selamat dari enam perangkap syaitan tersebut, maka dia termasuk hamba Allah yang IKHLAS, yang tidak dapat digoda oleh syaitan dengan taufiq dan hidayah dari Allah Subhanahu wata’ala…..

AKU TAUBAT DI DISKOTIK…

Posted: 13/02/2012 by Waldan in Hidayah

 

Kisah ini dituturkan oleh Syekh ‘Ali Tanthawi. Ia bercerita :

Aku memasuki salah satu masjid di kota. Aku melihat seorang anak muda yang sedang shalat. Aku pu bergumam, “Subhanallah, anak muda ini termasuk orang yang paling rusak. Dia suka minum-minuman keras, berzina, makan riba, durhaka kepada orang tuanya sehingga mereka mengusirnya dari rumah. Apa yang telah membawanya ke masjid?”

Aku mendekati anak muda itu. “Engkau fulan itu?” tanyaku

“Benar”, jawabnya

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk kepadamu … Beritahukanlah padaku bagaimana Allah memberimu petunjuk?”

“Petunjuk yang aku dapatkan ini adalah atas jasa seorang syekh yang memberikan nasihat pada kami di diskotik”

“Diskotik?!” Aku berseru setengah tak percaya

“Ya, di diskotik”

“Bagaimana itu bisa terjadi?”

“Kisahnya begini“. Ia mulai menceritakannya. “Di lingkungan kami, ada masjid kecil … imamnya adalah seorang syekh yang sudah berusia lanjut. Suatu hari, syekh tersebut menoleh kepada orang-orang yang ada di belakangnya dan berkata “Kemana orang-orang? Apa yang terjadi dengan kebanyakan orang, khususnya para pemuda? Mengapa mereka tak mau mendekati dan mengenal masjid?”

“Orang-orang yang ditanya menjawab, ‘Mereka berada di diskotik-diskotik dan cafe-cafe’

“Syekh tersebut kembali bertanya, ‘Apa itu diskotik dan kafe?’

“Salah seorang jamaah menjawab, ‘Diskotik adalah ruangan besar yang di dalamnya ada panggung tinggi. Para wanita naik ke panggung itu dalam keadaan telanjang atau setengah telanjang sambil menari, sementara orang-orang di sekitarnya menonton mereka’.

“Syekh berkata, ‘Apakah yang menonton itu muslim?’

“Mereka serentak menjawab, ‘Ya’

“Seykh itupun berkata, ‘La haula wa la quwwata illa billah. Mari kita pergi ke diskotik itu untuk memberikan nasihat kepada mereka !!’.

“Para jamaah berkata kepadanya, ‘Wahai syekh kemana anda? Anda mau memberikan nasihat kepada mereka di diskotik?’

“Syekh menjawab ‘Ya’.”

“Para jamaah mencoba menghalangi syekh itu agar tidak kesana. Mereka memberitahukan bahwa ia hanya akan diejek dan dihina, serta akan disakiti. Tapi syekh itu tetap bersikeras, ‘Apa kita lebih baik daripada Muhammad saw?!’ Ia lalu memegang tangan salah satu jamaah untuk menunjukkan kepadanya lokasi diskotik itu”

“Ketika mereka sampai disana, pemilik diskotik itu bertanya, ‘Apa yang kalian inginkan?’

“Syekh berkata, ‘Kami ingin memberi nasihat di diskotik ini’”

“Pemilik diskotik tersebut terheran-heran, dan terus memandangi mereka tanpa mau memberi izin. Mereka mendesak agar diberi izin. Akhirnya, mereka menyatakan bersedia membayar mahal, senilai harga masuk untuk satu hari penuh. Pemilik diskotik tersebut setuju. Ia meminta mereka untuk datang esok harinya pada pertunjukkan pertama”.

“Esok harinya aku berada di diskotik itu. Tarian pun dimulai oleh seorang gadis. Ketika telah selesai, tirai ditutup, kemudian dibuka kembali. Tapi, tiba-tiba yang muncul adalah seorang syekh yang penuh wibawa, tengah duduk di kursi. Ia memulai dengan membaca basmalah dan hamdalah, lalu memuji Allah, membaca shalawat dan salam kepada Rasulullah saw. Kemudian ia mulai memberikan nasihat kepada orang-orang yang sedang tertegun heran. Mereka mengira itu merupakan bagian dari pertunjukkan lawak. Tapi manakala mereka sadar bahwa mereka benar-benar tengah berada di hadapan seorang syekh yang memberikan nasihat, mereka pun mulai mengejeknya serta menertawakannya keras-keras. Syekh tidak menghiraukannya dan terus memberi ceramah dan nasihat, sampai salah seorang peserta berdiri dan menyuruh orang-orang diam”.

“Maka suasana tenang pun menyelimuti diskotik itu, sampai-sampai kami hanya mendengar suara syekh itu saja. Ia berbicara tentang sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya. Ia membacakan ayat-ayat AL-Qur’an, hadist-hadist Nabi saw, serta kisah-kisah tobat beberapa orang saleh. Diantara yang ia katakan :

Wahai manusia, telah lama kalian hidup dan begitu banyak maksiat yang kalian lakukan. Kemana kenikmatan maksiat itu pergi? Kenikmatan tersebut telah pergi, sementara lembaran catatan amal kalian menjadi hitam. Kalian semua akan ditanya nanti pada hari akhir. Akan datang suatu hari ketika segala sesuatu akan musnah, kecuali Allah SWT. Wahai manusia, tahukah kalian kemana perbuatan kalian akan membawa kalian? Kalian tidak tahan terhadap api dunia, lalu bagaimana dengan api Jahannam yang 70 kali lipat dari api dunia? Segeralah kalian bertobat sebelum kesempatan hilang …

“Ketika itu, semua orang menangis. Syekh itu lalu keluar dari diskotik. Orang-orang mengikutinya dari belakang, dan mereka bertobat atas bantuannya. Bahkan pemilik diskotik itu juga bertobat dan menyesal atas apa yang telah dilakukannya”

Sekadar gambar hiasan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

RASULULLAH S.A.W. SERINGKALI mengingatkan ummatnya mengenai sesuatu yang boleh membawa kepada keburukan kepada diri ummat itu sendiri… Umpamanya Baginda memperingatkan umat mengenai BAHAYA KEMISKINAN.. Sabda Baginda s.a.w. : “Hampir2 kemiskinan itu membawa kepada kekufuran..” … Baginda s.a.w. juga mengingatkan mengenai makan dan minum yang berlebihan, atau mengenai cakap yang berlebihan (Sabda Baginda s.a.w.: ” Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, hendaklah ia bercakap yang baik ataupun diam…”)… Satu lagi peringatan Baginda s.a.w. ialah mengenai BAHAYA KEMEWAHAN... Umat boleh mewah, berusaha mencari kemewahan, namun Baginda s.a.w. memberi ingat mengenai bahaya kemewahan…

 

Daripada Ali bin Abi Thalib r.a., “Bahawasanya kami sedang duduk bersama Rasulullah s.a.w. di dalam masjid. Tiba-tiba datang Mus’ab bin Umair r.a. dan tiada di atas badannya kecuali hanya sehelai selendang yang bertampung dengan kulit… Tatkala Rasulullah s.a.w. melihat kepadanya, Baginda menangis dan menitiskan air mata kerana mengenangkan kemewahan Mus’ab ketika berada di Mekkah dahulu (kerana sangat dimanjakan oleh ibunya) dan kerana memandang nasib Mus’ab sekarang (ketika berada di Madinah sebagai seorang Muhajirin yang terpaksa meninggalkan segala harta benda dan kekayaan di Makkah)… Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. bersabda, “Bagaimanakah keadaan kamu pada suatu saat nanti, pergi di waktu pagi dengan satu pakaian, dan pergi di waktu petang dengan pakaian yang lain pula.. Dan bila diangkatkan satu hidangan, diletakan pula satu hidangan yang lain. Dan kamu menutupi (menghias) rumah kamu sepertimana kamu memasang kelambu Ka’bah?”.. Maka jawab sahabat, “Wahai Rasulullah, tentunya di waktu itu kami lebih baik daripada di hari ini.. Kami akan menberikan penumpuan kepada masalah ibadat sahaja dan tidak usah mencari rezeki”.. Lalu Nabi s.a.w. bersabda, “Tidak! Keadaan kamu di hari ini adalah lebih baik daripada keadaan kamu di hari itu”..  (HR. Tirmizi)….

 

Dalam hadis ini Nabi kita Muhammad s.a.w. menerangkan bahawa umatnya pada suatu masa kelak akan mendapat kekayaan dan kelapangan dalam kehidupan… Pagi petang pakaian silih berganti… Hida

ngan makanan tak putus-putus… Rumah-rumah mereka tersergam indah dan dihias dengan bermacam-macam perhiasan… Dalam keadaan demikian kita juga mungkin akan berkata seperti perkataan para sahabat Nabi s.a.w. itu…” Di mana, kalau semuanya sudah ada, maka senanglah hendak membuat ibadat…” Tetapi Nabi kita Muhammad s.a.w. mengatakan, “Keadaan serba kekurangan itu adalah lebih baik untuk kita”, ertinya lebih memungkinkan kita untuk beribadat….

 

Kemewahan hidup banyak menghalang seseorang dari berbuat ibadat kepada Allah s.w.t., sepertimana yang berlaku di hari ini… Segala yang kita miliki kalaupun tidak melebihi keperluan, namun ianya sudah mencukupi… Tetapi, bila dibanding dengan kehidupan para sahabat, kita jauh lebih mewah daripada mereka, sedangkan ibadat kita sangat jauh ketinggalan… Kekayaan dan kemewahan yang ada, selalu menyibukkan kita dan menghalang dari berbuat ibadah… Kita sibuk menghimpun harta dan juga sibuk menjaganya serta sibuk untuk rnenambah lebih banyak lagi… Tidak ubah seperti apa yang pernah disabdakan oleh Rasulullah s.a.w., “Seandainya seorang anak Adam itu telah mempunyai satu gunung emas, dia berhasrat untuk mencari gunung yang kedua, sehinggalah ia dimasukkan ke dalam tanah (menemui kematian)”…

 

Begitulah gambaran yang sebenar terhadap kehalobaan (tamak) manusia dalam menghimpun harta kekayaan… Ia sentiasa mencari dan menambah, sehinggalah ia menemui kematian.. Maka ketika itu, barulah ia sedarkan dirinya dengan seribu satu penyesalan… Tetapi di saat itu sudah tidak berguna lagi penyesalan… OIeh itu janganlah kita lupa dalam mencari harta kekayaan… Sampai ada yang tidak kira halal atau haram, yang penting dapat harta… Tidak kira waktu sembahyang, bahkan semua waktu digunakan untuk menambah kekayaan

 

Biarlah kita mencari mata benda dunia pada batas-batas keperluan… Kalau berlebihan bolehlah digunakan untuk menolong orang lain yang kurang bernasib baik, suka menderma dan suka bersedekah, sebagai saham untuk hari akhirat kelak… Orang yang bijak adalah orang yang mempunyai perhitungan untuk masa akhiratnya, dan ia menjadikan dunia ini tempat bercucuk-tanam, dan akhirat tempat memetik buahnya…

Salinan : Ustaz Ramli

 

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Manusia itu, semasa hidupnya seringkali terpukau dan terpegun dengan nikmat dunia, seakan di alam khayalan saja mengejar nikmat yang sementara: harta, pangkat, kekayaan dan kalau remaja, hanyut dalam arus hiburan terlampau, pergaulan bebas, dengan cinta sesama remaja… Mereka tidak mahu ambil tahu tentang agama, halal atau haram sama sahaja kepada mereka… APA YANG PENTING IALAH MEREKA MAHU BERSEDAP-SEDAPAN sementara hidup ini…

 

YA, MATA MEREKA MEMANG TERBUKA, membawa erti mereka sedar, tidak lupa, tidak tidur…. tetapi itu hanya mata zahir, sedangkan MATA HATI mereka tetap tertutup rapat…. rupanya M E R E K A  T I D U R….Tidak mampu mentafsir dengan tafsiran yang sebenar-benarnya yang mana haq yang mana batil… yang mana betul yang mana salah….

 

Sesudah dibuai di alam mimpi yang nyata, sesekali terhentak, tersedar seketika, namun kembali ke asal semula dalam sekelip mata saja, mengulang2 sejarah kesilapan yang sama, entah sampai bila mahu begitu…. Kenyataannya begitulah majoritinya sifat manusia sekarang, masih lagi tidur tidak sedar2, hanyut lagi dengan dunia…  Ia berulang2, sehingga satu ketika IZRAIL DATANG BERKUNJUNG TANPA MEMBERITAHU, meregut nyawa mereka dan menghantar mereka ke alam barzakh….

 

Apabila Mungkar dan Nakir datang menghentak tubuhnya hancur lebur, barulah mula menggosok2 mata terjaga dari khayal yang panjang… Baru mula mencari jawapan dari soalan2 yang sudah bocor sekian lama, baru mahu menyedari kenapa diri di palu sebegitu rupa, dan saat itu barulah mahu menangis seenak enaknya mencari tuhan memohon keampunan…. Ya, saat mati barulah ia terjaga dari apa yang telah dikerjakan di alam khayal sebelum ini…

 

KEMUDIAN, APABILA MEREKA DIHUMBAN KE DALAM NERAKA ALLAH, Al Quran menceritakan dalam Surah Al Faathir: ayat 37: “ Mereka berteriak dari dalam neraka “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang soleh berlainan dengan apa yang telah kami kerjakan (di dunia dulu)..” Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir, bagi orang yang mahu berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah azab Kami, dan tidak ada bagi orang2 yang ZALIM seorang penolong pun..”

 

Namun jika di sana nanti saja BARU HENDAK TERJAGA, eloklah persiapkan diri awal2 membina otot2 badan yang kuat bagi menahan pukulan dan hentakan tangan Malaikat yang pastinya sungguh kuat dan tanpa belas kasihan….

 

Kalau anda terasa otot2 anda tidak mampu dibina sekuat itu, LEBIH BAIK anda perlu TERJAGA seawal-awalnya di dunia lagi… Mari kita usaha untuk bangkit dan terjaga di dunia lagi, usah terikut dengan mainan politik syaitan yang menyesatkan, jangan lagi kita terpedaya dan hanya terjaga dikejutkan Mungkar dan Nakir bila mati nanti…. Namun bagi sesiapa yang MERASA DIRINYA kuat, kamu mungkin boleh menahan dan membalas kembali pukulan2 dan hentakan2 Malaikat di alam barzakh nanti, SILAKAN…. TIDURLAH LAGI, anda tak mahu kejutkan….

 

” Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung denganMu daripada azab neraka jahanam, daripada azab kubur, daripada fitnah semasa hidup, fitnah semasa mati dan fitnah al-Masih Dajjal ”

Salinan: Ustaz Ramli

Kelebihan Kurma dan Kismis

Posted: 29/11/2011 by Waldan in Hidayah

Sabda Rasulullah S.A.W
“Berilah makan buah kurma kepada isteri-isteri kamu yang hamil, kerana sekiranya wanita hamil itu memakan buah kurma, nescaya anak yang bakal dilahirkan itu menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas pemikirannya.”

1. Kurma
Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Rumah yang tidak ada kurma di dalamnya, akan menyebabkan penghuninya kurang sihat.”
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Berilah makanan kurma pada wanita yang hamil sebelum dia melahirkan, sebab yang demikian itu akan menyebabkan anaknya menjadi seorang yang tabah dan bertakwa (bersih  hatinya)”.

Abu Abdillah a.s. bersabda:
“Buah kurma adalah salah satu buah yang berasal dari syurga dan dapat mensirnakan pengaruh sihir”.

Abu Abdillah as. bersabda:
“Orang yang memakan 7 buah kurma yang baik sebelum sarapan, maka pada hari itu dia tidak akan tertimpa racun, sihir dan tidak diganggu setan”.

Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s.  bersabda:
“Barangsiapa memakan 7 buah kurma yang baik, maka cacing-cacing yang ada di perutnya akan mati”.

2. Kismis
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barangsiapa memakan kismis merah sebanyak 21 biji setiap hari sebelum sarapan pagi, maka dia tidak akan tertimpa penyakit kecuali kematian”.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Biasakanlah memakan kismis karena kismis dapat menghilangkan kepahitan(empedu/cairan kuning),  menghilangkan lendir, menyehatkanbadan, membaguskan rupa, menguatkan saraf dan menghilangkan letih”.

Imam Ali a.s. bersabda:
“Barangsiapa memakan 21 biji kismis merah, maka dia tidak akan  melihat pada jasadnya suatu yang tidak disenangi”.

Imam Ali a.s. bersabda:
“Kismis dapat menguatkan jantung, menghilangkan penyakit, menghilangkan panas dan memulihkan kesehatan jiwa”.

Pada riwayat lain dari Abi Ja’far At-thusi disebutkan bahwa kismis dapat menghilangkan lendir dan menyihatkan jiwa”

3. Madu
Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa minum madu setiap bulan dengan niat melakukan nasihat Al-Qur’an, maka Allah SWT akan menyembuhkannya dari 77 penyakit”.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barangsiapa ingin memiliki hafalan yang kuat hendaklah dia meminum madu”.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Sebaik-baik minuman ialah madu kerana dia dapat mengkonsentrasikan hati dan menghilangkan dingin yang ada di dalam dada”.

Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Allah SWt telah meletakan berkah di dalam madu dan menjadikannya sebagai ubat dari rasa ngeri, dan madu telah didoakan oleh 70 Nabi”.

Dari Imam Ali a.s. beliau bersabda:
“Madu adalah ubat dari segala penyakit,tiada penyakit di dalamnya, ia dapat menghilangkan lendir dan membersihkan hati”.

Dari Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s., beliau bersabda:
“Rasullulah SAW sangat menyenangi madu”.

Dari Imam Ja’far Ash-Shadiq a.s., beliau bersabda:
“Biasakanlah dirimu memperoleh dua ubat iaitu meminum madu dan membaca Al-Quran”.

Selamat Hari Raya Aidil Adha

Posted: 06/11/2011 by Waldan in Gallery

Assalamualaikum
Selamat Hari Raya Aidil Adha to all my muslim brother and sister out there, and hope Allah will always with us from Dunia to Akhirat, Amin, Amin, Amin Ya Rabbalamin

Tangisan Tergoncang Arash

Posted: 06/10/2011 by Waldan in Hidayah

Jika harta yang hilang dari diri seseorang, maka tiada apa pun yang hilang, Jika kesihatan yang hilang dari diri seseorang, maka ada sesuatu yang hilang, Tetapi jika akhlak yang hilang dari diri seseorang, maka segala-galanya telah hilang dari diri seseorang.

“Dikisahkan, bahawasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu lalu berkata: “Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, kerana aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?” “Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula. Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!” Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.

“Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya: “Wahal orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan serupa itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada tuannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.”

Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: “Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil mahupun yang besar!” Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata: “Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!” kata orang Arab badwi itu. “Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?”

Rasulullah bertanya kepadanya. ‘Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,’ jawab orang itu. ‘Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!’

Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya kerana tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahawa Allah tidak akan menghisab

dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah mengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!” Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita tersebut. la lalu menangis kerana tidak berdaya menahan keharuan dirinya.”

10 Pesanan Imam Syafie

Posted: 28/09/2011 by Waldan in Taulan dan Iktibar

10 PESANAN IMAM SYAFIE Sebelum Imam Shasie wafat, beliau sempat berpesan kepada muridnya serta umat islam umumnya. Berikut adalah kandungan wasiat tersebut:

Barangsiapa yg ingin meninggalkan dunia dlm keadaan selamat maka hendaklah ia mengamalkan 10 perkara iaitu:”

1. hak kpd diri: mengurangkan tidur, mengurangkan makan, percakapan dan berpada-pada dgn rezeki yd ada.

2. Hak kpd malaikat maut: mengqadakan kewajipan2 yg tertinggal,mendapatkan kemaafan dr org yg dzalimi, membuat persediaan utk mati dan merasa cinta kpd ALLAH

3. Hak kpd kubur: membuang tabiat suka mneabur fitnah, tabiat kencing merata-rata, memperbanyakkan solat tahajjud dan membantu org yg dizalimi.

4. Hak kpd Munkar dan Nakir : tidak berdusta, berkata benar, meninggalkan maksiat dan nasihat menasihati.

5. Hak kpd mizan(neraca timbangan amalan pada hari kiamat): menahan kemarahan, byk berzikir, mengikhlaskan amaln dan sanggup menahan kesulitan.

6. Hak kpd sirat(titian yg merintangi neraka pada hari kiamat): mmbuang tabiat suka mengumpat, warak, suka membantu orang beriman dan suka berjamaah.

7. Hak kpd Malik(malaikat penjaga neraka): menangis lantaran takutkan ALLAH s.w.t, berbuat baik kpd ibu bapa, bersedekah ketika terang-terangan serta sembunyi dan memperelokkan akhlak.

8. Hak kpd Ridhzuan(malaiakt penjaga syurga): merasa redha kpd qadha’ ALLAH, bersabar menerima bala, bersyukur ke atas nikmat ALLAH dan bertaubat dr melakukan maksiat.

9. Hak kpd Nabi MUhd SAW: berselawat ke atasnya, berpegang dgn syariat, bergantung kpd al sunnah (hadith), menyayangi para sahabat dan bersaing dlm mencari kelebihan dari ALLAH.

10. Hak kpd ALLAH s.w.t: mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah dari kemungkaran, menyukai ketaatan dan membenci kemaksiatan. Wallahualam…

4 Amalan yang berguna untuk dipelajari

Posted: 15/09/2011 by Waldan in Dakwah
4 Amalan Di Perbanyakkan

✔ Amar makruf Nahi munkar
✔ Belajar & Mengajar
✔ Ibadah
✔ Khdmat

4 Di Kurangkan

✔ Makan & Minum
✔ Tidur & Rehat
✔ Bercakap (sia-sia)
✔ Berada luar dr rumah Allah/rumah sendiri

4 Ditinggalkan

✔ Meletak pergantungan makhluk dalam hati
✔ Meminta2 dengan lidah
✔ Mengguna barang orang tanpa izin
✔ Membazir